UNICORN778 Maulid Nabi, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah di Era Digital Peluang Terburuk Saat Bermain Slot Online

Kemudahan menyampaikan informasi melalui telepon genggam dan media sosial, kata dia, harus diimbangi dengan tanggung jawab moral agar teknologi menjadi sarana menebar kebaikan, bukan sumber perpecahan.
“Di era digital, akhlak harus berjalan beriringan dengan teknologi. Kalau dulu persoalan banyak muncul karena lisan, sekarang banyak persoalan bisa muncul karena jari-jari kita,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW sangat relevan untuk menjawab tantangan kehidupan di era digital.
Rasulullah memberikan contoh tentang kejujuran, amanah, kesabaran, kecerdasan, kepedulian, serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Karena itu, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut mengajak masyarakat menerapkan prinsip saring sebelum sharing dalam menggunakan media sosial.
Setiap informasi yang diterima, lanjut Khofifah, perlu diperiksa kebenaran dan manfaatnya sebelum diteruskan kepada orang lain.
“Jangan sampai teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru menjadi sarana menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, hoaks, atau sesuatu yang bisa menyakiti orang lain,” katanya.
Pesan tersebut dinilai penting karena ruang digital kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial.
Khofifah sebelumnya juga mengingatkan bahwa persatuan tidak cukup dijaga di ruang fisik, tetapi perlu diperkuat di ruang digital agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik.
Selain menjaga akhlak dalam bermedia sosial, Khofifah mengajak generasi muda meneladani Rasulullah SAW dalam hal kemandirian dan kewirausahaan.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW telah memberikan keteladanan tentang pentingnya bekerja, berdagang secara jujur, membangun kepercayaan, dan menjaga integritas dalam aktivitas ekonomi.
“Generasi muda jangan hanya menjadi konsumen teknologi. Jadilah pencipta, inovator, dan entrepreneur. Gunakan teknologi untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Dalam aspek kepemimpinan, Khofifah mengatakan Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa seorang pemimpin harus mengemban amanah, menunjukkan kepedulian, dan mengutamakan kemaslahatan masyarakat.
Kepemimpinan, lanjutnya, tidak hanya berbicara mengenai kekuasaan, tetapi juga kemampuan merangkul dan menyatukan masyarakat di tengah berbagai perbedaan.
Nilai tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perbedaan pandangan di ruang digital.
Perbedaan pilihan, pendapat, maupun latar belakang, menurut Khofifah, tidak boleh berubah menjadi permusuhan.
Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur menjaga tradisi tepo seliro, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati.
Menurutnya, ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kedamaian dan penghormatan terhadap perbedaan sangat relevan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Kerukunan bukan berarti kita harus selalu memiliki pendapat yang sama. Kerukunan adalah ketika kita mampu berbeda tanpa saling membenci, saling menghormati dan saling menjaga,” ujarnya. (dev/van)